Pramuka Riau, Usiklah Dia dan Bangunkan Jiwa Anak-Anak

Imanijasi H. Kasiarudin Menjelang Musyawarah Daerah XIII Gerakan Pramuka Riau 2025


Syukur dan Makna Pramuka

Apapun kondisi dan situasinya
Aku wajib bersyukur atas rahmat Allah yang masih memberi nikmat dan kesehatan untuk dapat melihat dan merasakan kebesaran-Nya

Pramuka adalah dunia yang memberi pengalaman dan nuansa penguatan prinsip membangun karakter. Untuk mewujudkan niat dan prinsip itu tidaklah mudah, karena cukup banyak tikungan serta tanjakan yang mesti dilalui. Ia memerlukan komitmen tinggi, kesabaran, kesungguhan, kerendahan hati, serta pengorbanan.


Ujian, Prihatin, dan Teladan Nabi

Untuk meraih kebahagiaan — istilah duniawinya kesuksesan — perlu menjalani hidup yang sarat dengan ujian dan cobaan. Prihatin adalah juga bagian dari penempaan ketahanan fisik dan batin.

Merujuk perjalanan hidup nabi mulia Muhammad SAW serta orang-orang sukses lainnya, selalu diawali dengan kesulitan hidup, keuletan, dan kerja keras berhempas pulas. Apakah ia pengusaha, ilmuan, politisi, maupun negarawan — dapat kita baca dari kisah ataupun biografi tentang mereka.


Keterhubungan dan Prinsip Global Pramuka

Meminjam makna megapolitan, Pramuka memiliki sinergitas anggotanya. Terhubung secara fisikal dan mental, wilayah dan daerah, bahkan internasional. Keterhubungan program dan kegiatan, patriotisme kecintaan, alam dan lingkungan — lahir, tumbuh, dan berkembang karena prinsip yang universal sesuai dengan hajat makhluk dan keberadaan.

Prinsip dasar Perhimpunan Pandu Sedunia yang diilhami Sir Lord Baden Powell fokus pada pengembangan pribadi yang holistik, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, serta semangat persaudaraan internasional.


Usia 67 Tahun, Pengalaman Sebagai Ibadah

Di usia memasuki 67 tahun, pengalaman harus dijadikan pengajaran mengasah diri dan pemahaman sebagai bagian dari ibadah non ritual atau amaliah, perbuatan baik. Demikian Ustadz Abdul Somad dalam salah satu tausiyahnya.

Pengalaman dan prinsip itu ditekadkan secara konsisten dalam kehidupan kerja, organisasi, serta menjadi contoh dan tauladan bagi anak muda dan keluarga.


Pramuka dan Pendidikan Non Formal

Untuk menjalankan prinsip, dimulai dari lingkungan kecil: keluarga dan organisasi. Pramuka memiliki peserta didik dari usia siaga, penggalang, penegak hingga pandega.

Di Riau, lebih dari 400 ribu anak dan remaja adalah anggota Pramuka. Mereka dibina oleh anggota dewasa yang kompeten dan bersertifikat.

Metoda dan kurikulum Pramuka diakui melalui Keppres Nomor 238 Tahun 1961 dan UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.


Peran Negara dan Masa Depan Pendidikan Karakter

Pendidikan Pramuka juga merupakan bagian dari Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 20 Tahun 2003). Ia adalah sajadah besar pengabdian — ruang transformasi nilai luhur dan karakter tunas bangsa.

Aku berharap Pemerintah memberi perhatian dan dukungan finansial lebih besar agar Pramuka menjadi bagian dari rencana pembangunan daerah maupun nasional.


Pramuka dalam Diklat ASN dan Organisasi Lain

Aku sangat berharap Pramuka menjadi bagian dari materi diklat ASN, seperti yang pernah diterapkan di SEPOLWAN — yang setara dengan Kursus Mahir Dasar (KMD).

Bekal kepramukaan bagi ASN penting agar tidak ada perdebatan saat menetapkan anggaran. Prinsip dan standar pendidikan remaja/pemuda dalam Pramuka sudah sangat jelas.


Satuan Karya dan Krida sebagai Wahana Nyata

13 Satuan Karya (Saka) hadir di Indonesia. Mereka menambah dan mengasah pengetahuan praktis pemuda agar siap berperan di masyarakat. Setelah 6 bulan di satu Saka, mereka dapat berpindah hingga usia 24–25 tahun.

Menggeluti Pramuka adalah tentang rela memberi waktu, tenaga, ilmu, dan kebaikan. Ia adalah pengabdian total dan tulus.


Kepemimpinan dan Musda XIII 2025

Menjelang Musda XIII Pramuka Riau 2025, dinamika meningkat. Salah satu agendanya adalah memilih Ketua Kwarda.

Dinamika ini adalah hal wajar dan seringkali dipengaruhi politik lokal. Pramuka tetap terbuka dan positif menyambut siapa pun yang mencintai dan memahami Pramuka.


Aku Tidak Mencalonkan Lagi

Aku tidak mencalonkan dan tidak bersedia dicalonkan kembali. Prinsipku jelas — kepemimpinan cukup satu periode untuk memberi ruang regenerasi dan kompetensi baru.


Model Kepemimpinan Dewan Kerja

Model kepemimpinan di Dewan Kerja sudah mencontohkan kesetaraan dan regenerasi: ketua dan wakil harus berlainan jenis kelamin. Ini model pendidikan karakter yang telah lama berjalan, tapi kurang diperhatikan publik.


Usulan Pribadi tentang Masa Kepemimpinan

Jika masa lima tahun dianggap belum cukup, jadikan saja tujuh tahun tapi tetap satu periode. Itu pendapat pribadi — boleh, bukan?

Aku sering berkata: Ambillah manfaat Pramuka, tapi jangan manfaatkan Pramuka. Manfaatnya adalah pahala dari benih kebaikan yang ditanam dalam pengabdian.


Penutup: Doa dan Harapan

Selamat bermusyawarah. Apapun hasilnya, itulah yang terbaik dari Allah SWT untuk Pramuka.

Semoga.

Pekanbaru, Rabu 28 Mei 2025


0 Komentar

🏠 Home